Bogor – Forum Keluarga Mahasiswa Bogor (FKMB) menilai pernyataan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang menyatakan perang terhadap judi online perlu dibuktikan melalui langkah konkret dan kebijakan yang menyentuh akar persoalan sosial di masyarakat. Ketua FKMB, Muhamad Fahri Ardian, mengatakan maraknya praktik judi online tidak dapat dilepaskan dari kondisi ekonomi yang dihadapi masyarakat, terutama tingginya angka pengangguran, terbatasnya lapangan pekerjaan, serta rendahnya literasi digital.
"Judi online memang menjadi ancaman serius bagi generasi muda. Namun, pemerintah tidak boleh melihat persoalan ini secara parsial. Fenomena ini lahir dari situasi sosial-ekonomi yang belum sepenuhnya terselesaikan. Ketika masyarakat dihadapkan pada tekanan ekonomi dan minimnya kesempatan kerja, maka ruang bagi praktik perjudian semakin terbuka," kata Fahri, Jumat, 4 Juli 2026. Menurut dia, pemberantasan judi online tidak cukup hanya melalui pernyataan perang, pembentukan satuan tugas, atau pendekatan represif semata. Pemerintah daerah juga harus menunjukkan ukuran keberhasilan yang jelas dan transparan kepada publik.
FKMB mempertanyakan sejauh mana efektivitas satgas yang telah dibentuk pemerintah daerah dalam menekan angka perjudian digital di Kabupaten Bogor.
"Komitmen itu harus dibuktikan dengan data dan capaian yang terukur, bukan hanya narasi di ruang publik. Masyarakat berhak mengetahui sejauh mana langkah-langkah yang dilakukan pemerintah berhasil menekan praktik judi online," ujarnya. Fahri menilai upaya melindungi generasi muda dari bahaya judi online harus dibarengi dengan kebijakan yang mampu menghadirkan kesejahteraan dan membuka akses ekonomi yang lebih luas.
"Negara tidak bisa hanya melarang, tetapi juga harus menghadirkan solusi. Pemuda membutuhkan pekerjaan, pendidikan yang berkualitas, dan ruang pengembangan diri. Pencegahan tidak cukup hanya dengan imbauan moral, melainkan harus diwujudkan melalui kebijakan yang memberikan harapan," katanya. FKMB juga mendorong Pemerintah Kabupaten Bogor untuk melibatkan unsur masyarakat sipil, akademisi, dan organisasi kepemudaan dalam merumuskan strategi pencegahan dan pengawasan terhadap praktik perjudian digital.
Bagi FKMB, perang melawan judi online tidak boleh berhenti pada slogan politik dan pencitraan. Pemerintah dituntut menghadirkan kebijakan yang menyentuh akar persoalan dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
"Perang terhadap judi online tidak akan pernah dimenangkan apabila pemerintah belum memenangkan perang terhadap kemiskinan, pengangguran, dan ketidakadilan sosial. Yang dibutuhkan masyarakat hari ini bukan sekadar retorika, melainkan keberanian politik untuk menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat," kata Muhamad Fahri Ardian, Ketua Forum Keluarga Mahasiswa Bogor (FKMB).